Mengas Nian Naek Gunung Dempo, Jalur Pendakian Pagar Alam Ini Bikin Emosi dan Fisik Diuji
Mengas nian naek Gunung Dempo menjadi ungkapan yang sering terdengar dari para pendaki yang baru saja menaklukkan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan tersebut. Gunung Dempo yang terletak di Kota Pagar Alam ini memang dikenal memiliki jalur pendakian yang tidak mudah, bahkan bagi pendaki berpengalaman sekalipun.
Dengan ketinggian sekitar 3.159 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Dempo menawarkan pemandangan alam yang memukau. Namun di balik keindahannya, jalur pendakian yang terjal, cuaca yang tidak menentu, serta medan yang licin sering kali membuat pendaki kelelahan hingga emosional.
Mengas Nian Naek Gunung Dempo Karena Medannya Menguras Tenaga
Banyak pendaki mengakui bahwa mengas nian naek Gunung Dempo bukanlah sekadar ungkapan berlebihan. Jalur pendakian Dempo dikenal panjang dengan trek yang didominasi tanjakan curam dan tanah basah.

Sejak awal pendakian, pendaki sudah disuguhi jalur hutan lebat dengan akar-akar pohon yang menjalar di tanah. Kondisi ini membuat langkah harus ekstra hati-hati, terutama saat musim hujan.
Tanjakan Panjang Jadi Ujian Mental Pendaki
Salah satu alasan utama mengas nian naek Gunung Dempo adalah banyaknya tanjakan tanpa bonus. Jalur yang terus menanjak membuat stamina terkuras lebih cepat.
Pendaki harus pandai mengatur ritme napas dan langkah. Jika terlalu memaksakan diri, kelelahan bisa datang lebih awal dan memicu emosi, terutama bagi pendaki pemula.
Cuaca Dingin dan Kabut Tebal Sering Mengejutkan
Selain medan, faktor cuaca juga menjadi tantangan serius. Gunung Dempo terkenal dengan perubahan cuaca yang cepat. Dalam hitungan menit, langit cerah bisa berubah menjadi kabut tebal disertai angin dingin.

Tak sedikit pendaki yang mengaku mengas nian naek Gunung Dempo karena suhu dingin menusuk tulang, terutama saat mendekati area puncak dan kawah.
Jalur Licin Bikin Pendaki Harus Ekstra Waspada
Saat hujan turun, jalur pendakian Gunung Dempo berubah menjadi lintasan licin. Tanah berlumpur dan bebatuan basah meningkatkan risiko tergelincir.

Kesalahan Kecil Bisa Berakibat Fatal
Dalam kondisi ini, satu langkah ceroboh bisa membuat pendaki terjatuh. Inilah sebabnya mengas nian naek Gunung Dempo sering dikaitkan dengan pengalaman penuh ketegangan dan rasa takut.
Kawah Dempo, Indah Tapi Menantang
Salah satu daya tarik utama Gunung Dempo adalah kawahnya yang luas dengan air berwarna kehijauan. Namun untuk mencapai area ini, pendaki harus melewati jalur yang cukup terbuka dan berangin kencang.
Meski lelah, pemandangan kawah sering kali menjadi obat penawar setelah mengas nian naek Gunung Dempo selama berjam-jam.
Cerita Pendaki: Nangis Bukan Karena Takut, Tapi Lelah
Banyak cerita viral di media sosial tentang pendaki yang menangis di jalur Gunung Dempo. Namun tangisan tersebut bukan selalu karena ketakutan, melainkan campuran antara lelah, dingin, dan tekanan mental.
Beberapa pendaki bahkan menyebut bahwa pengalaman mengas nian naek Gunung Dempo justru menjadi momen refleksi diri dan pembelajaran tentang batas kemampuan fisik.
Tips Aman Agar Tidak “Mengas” Saat Naik Gunung Dempo
Agar pengalaman mengas nian naek Gunung Dempo bisa diminimalkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Persiapan Fisik yang Matang
Latihan fisik sebelum pendakian sangat penting. Fokus pada latihan kardio dan kekuatan kaki.
2. Perlengkapan yang Sesuai
Gunakan sepatu gunung dengan grip kuat, jaket tebal, dan jas hujan untuk menghadapi cuaca ekstrem.
3. Manajemen Waktu dan Energi
Jangan terburu-buru. Atur waktu istirahat secara teratur agar stamina tetap terjaga.
Gunung Dempo Tetap Jadi Favorit Pendaki Sumatera
Meski terkenal sulit, Gunung Dempo tetap menjadi destinasi favorit bagi pendaki lokal maupun luar daerah. Tantangan yang berat justru menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi sebagian orang, pengalaman mengas nian naek Gunung Dempo adalah cerita berharga yang tak terlupakan dan membuat mereka ingin kembali lagi.
Baca juga : Harga Tiket dan Jam Buka Kemuning Sky Hills 2025: 7 Fakta Penting Saat Libur Akhir Tahun
Kesimpulan: Mengas Nian Naek Gunung Dempo Tapi Bikin Ketagihan
Gunung Dempo bukan sekadar gunung biasa. Jalur panjang, medan berat, dan cuaca ekstrem menjadikan pendakian ini penuh tantangan. Tak heran jika banyak pendaki mengatakan mengas nian naek Gunung Dempo sampai bikin nangis di jalur.
Namun di balik semua itu, keindahan alam dan kepuasan mencapai puncak membuat semua rasa lelah terbayar lunas.











Leave a Reply